Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SK PPPK Untuk Honorer K2 Molor Karena Perkara Input Data

Kepala BKN mengatakan lamanya proses pemberian SK tak lepas dari proses input data yang dilakukan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana berdalih lamanya proses pemberian surat keputusan (SK) pengangkatan tenaga honorer kategori 2 (K2) menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) adalah karena perkara teknis.

"PPPK pada 2019 telah berhasil terjaring 51.293 orang. Namun demikian, jumlah yang telah ditetapkan pertek-nya (peraturan teknis) baru sedikit," kata dia melalui siaran langsung di YouTube Kementerian PANRB, Selasa (29/12).

Ia mengatakan dari total jumlah tersebut, hanya 27.411 nama yang telah diusulkan ke dalam sistem. Sementara data yang sudah masuk baru mencapai 2.664 orang. Menurutnya, ini dikarenakan sistem penginputan data dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Berbeda dengan CPNS yang data entry-nya dilakukan oleh CPNS yang bersangkutan. Untuk PPPK data entry oleh BKD. Beban pekerjaan memasukkan data 51 ribu lebih, ini banyak," tambahnya.

Untuk itu, Bima meminta BKD segera mempercepat proses memasukkan data honorer yang sudah lolos seleksi ke dalam sistem. Alhasil, mereka bisa secepatnya mendapatkan nomor induk kepegawaian (NIP) dan mendapat gaji setara PNS.

Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FKH2I) berulang kali mengeluhkan proses pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK yang molor hingga hampir dua tahun. Mereka sudah dinyatakan lulus sejak 2019 lalu, namun hingga kini masih menunggu kejelasan nasib dari pemerintah.

Sementara BKN sebelumnya menjanjikan SK pengangkatan honorer PPPK bisa terbit 1 Januari 2021, setelah pemberkasan NIP dan administrasi lainnya rampung pada Desember ini.

Penghuni surga
Penghuni surga Gue adalah seorang Blogger AMATIRAN yang sok-sok koleksi puluhan situs demi dollar adsense.

Posting Komentar untuk "SK PPPK Untuk Honorer K2 Molor Karena Perkara Input Data"